Selasa, 18 November 2008

menata ruang silaturrahmi

Acara saling berkunjung atau berkumpul di rumah salah seorang kerabat adalah hal yang lumrah setiap kali Lebaran tiba. Kalau kebetulan rumah Anda yang menjadi tempat berkumpulnya sanak saudara, ada baiknya jauh-jauh hari sebelumnya rancangan ruangan sudah dipikirkan.
Penataan ruangan tak harus membuat Anda sibuk membeli mebel atau pernak-pernik baru. Sebab, menurut pengalaman Roland Adam, desainer interior, kerap kali hanya dibutuhkan suatu kejelian untuk memadupadankan mebel dan aksesori elemen interior yang sebenarnya sudah Anda miliki.
Selain itu, ide penataan ruangan juga bisa Anda peroleh dari majalah maupun buku interior. Walaupun demikian, Anda sebenarnya tak perlu terpaku pada penataan ruang seperti yang diperlihatkan dalam gambar-gambar di majalah dan buku interior. Bagaimanapun, selera dan ciri khas masing-masing orang pasti memengaruhi penataan ruang di rumah.
"Sering kali justru ciri khas dari pemilik rumah yang muncul saat menata ruang. Orang, kan, enggak perlu tampil sempurna banget ketika menerima kerabatnya bersilaturahmi. Tinggal kemudian bagaimana orang memadukan selera dirinya dengan tatanan interior ruang secara keseluruhan," kata Roland Adam.
Oleh karena silaturahmi merupakan acara yang bisa dikatakan informal, maka sebaiknya Anda pun mempersiapkan ruang makan—yang sering kali menjadi pusat kegiatan kala Lebaran—sedemikian rupa. Dengan demikian, para tamunya tak merasa harus bersikap formal. Tak ada pilihan warna khusus untuk Lebaran, tetapi sebaiknya Anda menggunakan warna yang cerah, karena gradasi warna cerah, seperti merah, oranye, atau biru, bisa memberi nuansa hangat pada ruangan.
Memilih batik atau lurik
Batik sebagai bagian dari elemen interior rumah yang relatif mudah didapatkan di pasaran bisa menjadi pilihan untuk menata ruang makan menghadapi Lebaran. Anda bisa menggunakan bantal-bantal batik, taplak batik, sampai serbetnya pun bisa dipadupadankan.
Hartati I Sutandi dari Batik Parang Kencana di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mengatakan, belakangan orang umumnya menyukai motif batik berbentuk bunga-bunga kecil.
"Pilihan motif tetap flora, tetapi bukan yang bentuknya besar-besar. Kami menggabungkan berbagai motif flora dengan ukel atau bentuk-bentuk sulur yang beragam. Warna untuk pilihan aksesori rumah tangga dari batik juga lebih beragam. Kita tak lagi terpaku pada warna- warna batik yang cenderung kecoklatan," kata Hartati.
Menurut Hartati, batik pun mengikuti selera konsumen yang belakangan lebih suka batik dengan motif yang berkesan modern, sportif, dan ringan. Meski ada kreasi motif baru, motif klasik pun masih dibuat hanya diperkecil ukuran motifnya. Permainan gradasi biru dan oranye menjadi salah satu unggulan Batik Parang Kencana yang perajinnya tersebar dari Pekalongan sampai Jakarta.
"Memang tetap ada konsumen yang suka warna-warna klasik batik yang cenderung gelap. Namun, banyak juga konsumen yang memilih warna- warna batik yang terang karena kesannya fresh," ucap Hartati.
Selain batik sebagai elemen utama untuk penataan ruang, mulai dari gorden sampai alas makan, Anda juga bisa memilih beragam motif lurik yang dipadukan dengan bahan-bahan lain. Lurik dari House of Lawe di Kompleks Amri Yahya Gallery, Yogyakarta, misalnya, tak lagi sekadar garis-garis lurus dengan warna gelap khas Yogya.
"Kami membuat lurik dengan kombinasi warna garis maupun warna dasar yang lebih terang. Selain itu, ada tambahan ornamen pada produk-produk tertentu, seperti sulaman atau rajutan," kata Savitriadi atau Vivi, Marketing House of Lawe yang sejak Agustus 2004 menciptakan lebih dari 50 produk fungsional seperti sarung bantal, taplak, pigura, alas piring makan, serbet makan.
Apa pun elemen interior yang Anda pilih untuk menghias ruang makan dan keluarga, menurut Roland Adam, akan terasa lebih akrab dan serasi bila pilihan jatuh pada produk "tradisional" seperti batik, lurik, atau jenis kain tenun lainnya.
"Makanan yang disajikan saat Lebaran biasanya kan makanan tradisional seperti ketupat dan lauk-pauknya. Jadi, akan lebih serasi kalau dipadukan dengan tatanan ruang yang juga bernuansa Indonesia," kata Roland Adam. (BEN/CP)

Tidak ada komentar: